Budaya perlu ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin, tak terkecuali bagi anak berkebutuhan khusus. SLB Negeri 2 Bantul berupaya untuk menanamkan sekaligus melestarikan budaya yang ada di Yogyakarta melalui kegiatan sekolah. Beberapa kegiatan sekolah yang dilaksanakan untuk mengembangkan potensi dan minat anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 2 Bantul diantaranya kirab budaya, flashmop tarian, dan permainan tradisional.
Kirab budaya dilaksanakan dengan mengelilingi lingkungan sekitar sekolah. Diikuti oleh seluruh warga sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruuh siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Yogyakarta serta mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Kirab ini dimulai dari halaman sekolah, di mana seluruh peserta berkumpul dengan mengenakan pakaian adat khas Yogyakarta, yaitu lurik, menampilkan keindahan dan kekompakan dalam kebersamaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kecintaan terhadap budaya dan sejarah Yogyakarta semakin tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya bagi siswa-siswi di SLB Negeri 2 Bantul.
Selain pawai, SLB Negeri 2 Bantul juga menyelenggarakan pertunjukan flashmob Buto-Buto Galak yang melibatkan siswa, guru, dan karyawan. Flashmob ini menampilkan tarian yang enerjik dan penuh ekspresi, menggambarkan semangat dan karakter khas Buto-Buto Galak yang di iringi musik tradisional. Dengan adanya berbagai kegiatan ini, diharapkan semangat kecintaan terhadap budaya dan sejarah Yogyakarta semakin tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya bagi siswa-siswi di SLB Negeri 2 Bantul.
Selain kirab dan flashmob, para peserta didik juga turut serta dalam permainan tradisional yang khas daerah Yogyakarta. Mereka memainkan berbagai permainan tradisional seperti dakon, egrang batok kelapa, dan bakiak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda agar tetap lestari dan tidak tergeser oleh perkembangan teknologi modern.
Dengan penuh keceriaan, para siswa berpartisipasi dalam permainan tersebut, mengasah keterampilan motorik, keseimbangan, serta kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta dan penonton, tetapi juga sebagai media pembelajaran budaya yang menyenangkan. Dengan adanya berbagai kegiatan ini, diharapkan semangat kecintaan terhadap budaya dan sejarah Yogyakarta semakin tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya bagi siswa-siswi di SLB Negeri 2 Bantul.
Penulis : SLB Negeri 2 Bantul/Arina Tunjung Daryanti