Gelar Nawasena Expo, SMK Kesehatan Binatama Wadahi Inovasi Produk Herbal Murid Kelas X dan XI




SLEMAN – SMK Kesehatan Binatama kembali bersiap menyelenggarakan ajang tahunan bergengsi, Nawasena Expo Tahun Ajaran 2025/2026. Mengusung tema besar \"Nawasena Expo: Harmoni Tradisi dan Kreativitas Nusantara\", pameran ini dirancang sebagai wadah apresiasi terhadap kreativitas, inovasi, serta penguatan semangat kewirausahaan (healthpreneurship) para murid.

Fokus utama ekspo kali ini adalah menantang para murid untuk mengolah dan memanfaatkan bahan produk herbal yang bersumber langsung dari kebun herbal sekolah.

Di tangan kreatif para murid, bahan-bahan tradisional tersebut berhasil bertransformasi menjadi aneka produk yang relevan dengan tren masa kini, di antaranya: Minuman kesehatan kekinian yang menyegarkan dan kaya manfaat, Kosmetik herbal dan produk perawatan tubuh yang ramah lingkungan serta Camilan bergizi yang dikemas secara modern dan menarik.

Tidak hanya fokus pada hasil akhir produk, ajang Nawasena juga menjadi laboratorium wirausaha langsung bagi para murid. Mereka dituntut untuk mengonsep penataan stan (booth), menyusun strategi pemasaran, menghitung harga pokok produksi (HPP), hingga mempraktikkan cara melayani konsumen secara profesional.

Strategisnya, acara ini digelar bersamaan dengan momen pengambilan rapor semester. Oleh karena itu, sasaran pengunjung tidak hanya menyasar warga sekolah dan tamu undangan, melainkan juga orang tua/wali murid, sesama murid kelas X dan XI, hingga calon murid baru yang ingin melihat langsung iklim kreativitas di SMK Kesehatan Binatama.

Dalam teknis pelaksanaannya, setiap kelas diwajibkan membentuk 4 kelompok projek. Masing-masing kelompok memegang tanggung jawab penuh atas satu kavling stan, mulai dari penyusunan konsep produk, dekorasi bernuansa tradisional-modern, hingga operasional penjualan pada hari H.

Seluruh produk yang dipamerkan wajib menggunakan bahan baku utama herbal dari sekolah, seperti Aloe vera, kelor, cengkeh, jahe, kunyit, maupun daun salam. Meski begitu, terdapat pembagian fokus kategori produk antar-jenjang kelas yang spesifik:

  • Kelas X (Produk Pangan Herbal): Khusus menampilkan inovasi makanan dan minuman sehat yang bernilai jual tinggi.
  • Kelas XI (Produk Pangan & Non-Pangan Herbal): Menampilkan kosmetik herbal, sediaan topikal/balm, sabun, dan sejenisnya yang berfungsi sebagai prototipe produk untuk asesmen akhir sekolah di kelas XII nanti.

Selain menampilkan produk fisik, setiap stand juga diwajibkan memajang papan informasi cetak (seperti hasil desain aplikasi Canva) yang transparan mengenai jumlah bahan resep, serta analisis modal dan harga jual secara edukatif kepada pengunjung.

Kepala SMK Kesehatan Binatama, Nuri Hastuti, S.P., Gr., M.K.M., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh anak didiknya.

\"Melalui tema \'Harmoni Tradisi dan Kreativitas Nusantara\', kami ingin menanamkan rasa cinta murid terhadap kekayaan herbal Indonesia. Kegiatan Nawasena ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu melestarikan tradisi sembari menyuntikkan inovasi dan jiwa wirausaha di dalamnya. Kami berharap ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka\" ujar Nuri Hastuti.

\"\\"\\"\"

Sebagai sekolah kesehatan yang peduli lingkungan, panitia menerapkan aturan ketat terkait pengelolaan sampah selama ekspo. Murid diimbau meminimalkan plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri, serta wajib meninggalkan area aula dalam kondisi bersih semula. Kelalaian dalam pengelolaan sampah atau perusakan properti sekolah akan diganjar sanksi tegas.

Ajang Nawasena diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan tugas akademik tahunan, melainkan menjadi pemantik lahirnya inovator-inovator muda di bidang kesehatan herbal serta wirausahawan masa depan yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan kreativitas yang telah ditampilkan, ajang Nawasena ditutup dengan pengumuman pemenang untuk kategori expo terbaik. Berdasarkan penilaian ketat dari tim juri, penghargaan stan terbaik berhasil diraih oleh:

  • Kelas X Farmasi 1 (Kategori Kelas X) 
  • Kelas XI Keperawatan 3 (Kategori Kelas XI)

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi diri di bidang kesehatan dan kewirausahaan. Melalui petunjuk teknis yang matang dan semangat kolaborasi yang kuat, SMK Kesehatan Binatama optimistis dapat membuktikan diri sebagai pelopor inovasi herbal nusantara yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Disusun oleh: Ulfiyah, S.Pd., Gr.





img

Jogja Belajar Budaya

JB Budaya adalah salah satu layanan unggulan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY yang terintegrasi dengan jogjabelajar.org. JB Budaya merupakan media pembelajaran berbasis website yang mempelajari tentang budaya-budaya di Yogyakarta.




Artikel Terkait

Artikel yang juga anda sukai

Benteng Vedreburg

Benteng Vredeburg merupakan salah satu museum peninggalan Belanda yang sangat terkenal di Jogja karena di museum ini memiliki nilai cerita yang cukup panjang....

Baca Selengkapnya

Batik Cemol Cirikhas Kaliba

Keterampilan membatik tulis adalah satu dari beberapa keterampilan yang diajarkan kepada siswa di SLB Negeri 1 Bantul. Pemilihan jenis keterampilan ini dilandasi pada....

Baca Selengkapnya