Sajen Sega Kebuli




Sajen Sega Kebuli

Sajen ini diwujudkan dalam bentuk nasi putih dengan lauk-pauk seperti telur ceplok, abon, ayam goreng, sambel goreng, krupuk udang, mentimun, dan daun kemangi. Semuanya ditempatkan dalam sebuah tampah/nyiru  yang telah diberi alas daun pisang. Sega kebuli menunjukkan pengaruh budaya Arab Timur Tengah, tepatnya tradisi Hadrami Yaman. Nasi kebuli mirip dengan nasi Biryani. Ciri khasnya adalah cara pengolahannya yaitu dengan memakai minyak nabati dan dicampur dengan berbagai rempah-rempah.

Makna sajen sega kebuli  merupakan perwujudan doa dan harapan suami istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga agar senantiasa terhindar dari segala mara bahaya,  mudah mendapatkan rezeki yang penuh keberkahan, rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Resep Sajen Sega Kebuli

A. Sega Kebuli (Nasi Gurih)

  • Bahan Baku : Beras ½
  • Bumbu : Air santan kental 3 gelas ± 600cc, daun salam 2 lembar, merica, pala, cengkeh, manis jangan, kapulaga, garam, minyak goreng secukupnya.
  • Cara Pengolahan: Pertama, beras dicuci bersih lalu ditanak dengan dandang. Tunggu hingga setengah matang. Kedua, masak air santan diberi garam secukupnya dalam panci, sambil diaduk hingga mendidih lalu angkat dari kompor/tungku. Nasi setengah matang dimasukkan ke dalam panci berisi air santan dan didiamkan sebentar hingga air santan meresap ke nasi. Setelah itu ditanak kembali dalam dandang/soblok hingga matang. Bumbu lain yang terdiri dari mrica, pala, cengkeh, manis jangan dan kapulaga digoreng dalam wajan dengan sedikit minyak goreng. Setelah matang, diangkat dan ditaruh ke layah/cobek lalu dilembutkan. Bumbu yang telah lembut ini dicampurkan ke nasi gurih dan diaduk-aduk hingga rata. Nasi kebuli telah jadi dan siap dihidangkan.

B. Lalaban

  • Bahan baku : mentimun 1 buah, daun kemangi seikat.
  • Bumbu : -
  • Cara pengolahan: Pertama, mentimun dikupas lalu dicuci hingga bersih. Kemudian diiris tipis sesuai selera. Kedua, seuntai daun kemangi dicuci hingga bersih. Kemudian dipetik tangkai yang muda.

C. Sayuran (Sambel Goreng Ati)

  • Bahan baku : Hati ayam ¼
  • Bumbu : 1 buah petai, lombok merah besar 5 biji, 10 buah kapri, air santan kental 2 gelas ± 400cc, bawang merah 5 butir dan putih 3 siung, jahe seerat, laos/lengkuas seerat, daun salam 1 lembar, gula merah 2 potong, minyak goreng dan garam secukupnya.
  • Cara pengolahan: Pertama, hati ayam dicuci hingga bersih. Masak dalam panci dan campurkan sedikit garam tunggu hingga matang. Setelah matang dinginkan kemudian diiris kecil-kecil berbentuk dadu sesuai selera. Kedua, Lombok merah besar dibuang isinya dan dicuci hingga bersih kemudian diiris tipis-tipis. Jahe dan laos dilumatkan. Kapri dipotong pucuk-pucuknya kemudian dicuci bersih dan tiriskan. Bawang merah dan putih dikupas, kemudian dicampur dengan garam dilembutkan. Lalu digangsa dengan sedikit minyak. Beberapa saat kemudian masukkan daun salam, gula merah, jahe, laos dan irisan lombok merah. Kemudian masukkan air santan sambil diaduk-aduk. Tunggu hingga mendidih kemudian masukkan irisan hati ayam. Tunggu hingga masak dan dinginkan.

D. Lauk Pauk

1. Ayam goreng

  • Bahan baku : ¼ kg daging ayam
  • Bumbu : minyak goreng ½ liter, bawang putih 3 siung, garam secukupnya.
  • Cara pengolahan: Pertama, daging ayam (paha, dada, atau lainnya) dicuci hingga bersih kemudian dimasak hingga setengah matang (agak lunak). Campurkan sedikit garam. Kemudian tiriskan. Kedua, lembutkan bawang putih dan garam. Beri sedikit air dan daging ayam dicampurkan pada bumbu ini. Ketiga, panaskan minyak goreng dalam wajan/penggorengan. Setelah panas masukkan daging ayam dan tunggu hingga matang/berwarna kecoklat-coklatan. Angkat dan tiriskan. Ulangi cara yang sama hingga selesai.

2. Telur Ceplok

  • Bahan baku : telur ½ kg, garam dan minyak goreng secukupnya.
  • Bumbu : -
  • Cara pengolahan: Pertama, minyak goreng dipanaskan dalam wajan/penggorengan. Setelah panas, ambil sebutir telur dipecah langsung dimasukkan ke wajan. Taburkan sedikit garam. Bolak-balik hingga matang dan angkat. Ulangi berulang kali hingga telur habis.

3. Krupuk Udang

  • Bahan baku : Krupuk udang 1 ons, minyak goreng secukupnya.
  • Bumbu : -
  • Cara pengolahan: Digoreng: Panaskan minyak goreng dalam wajan/ penggorengan, lalu masukkan krupuk udang dua-dua. Terus diaduk-aduk hingga matang, angkat dan tiriskan. Ulangi berulang kali hingga krupuk udang habis.

4. Abon

  • Bahan baku : Daging ayam atau sapi ½
  • Bumbu : Tumbar, gula merah, garam, jahe, bawang putih dan minyak goreng secukupnya.
  • Cara pengolahan: Daging dicuci sampai bersih, lalu masukkan dalam panci atau kwali dan diberi air secukupnya. Kemudian masak di atas kompor tunggu hingga mendidih. Sambil menunggu air mendidih, bumbu yang terdiri dari tumbar, gula merah, bawang putih dan garam dilembutkan, sementara jahe dimemarkan, kemudian semuanya dimasukkan ke dalam air berisi daging. Masak daging sampai air habis dan daging menjadi lumat. Setelah kering, angkat daging dari panci. Jika perlu sebelum digoreng daging dimemarkan lalu dicincang-cincang atau disuwir-suwir (istilah Jawa). Setelah itu panaskan wajan berisi minyak goreng. Kemudian daging yang telah dimemarkan dan disuwir-suwir dipindah ke wajan. Aduk-aduk sampai kering. Setelah menguning angkat dan tiriskan. Cara lain yang lebih efektif, dapat membeli di warung-warung atau swalayan.

Cara Penyajian Sajen Sega Kebuli:
Letakkan nasi kebuli di tengah-tengah tampah. Bisa terlebih dahulu dicetak dengan piring, mangkok atau sejenisnya. Kemudian letakkan di sampingnya masing-masing sambal goreng ati, abon, krupuk udang, dan ayam goreng. Sementara itu di atas nasi kuning ditaruh irisan mentimun, daun kemangi, dan telur dadar. Sajen sega kebuli telah siap dihidangkan dengan sajen lainnya.

Refrensi

Setyaningsih Warni, Widi Nugroho, Sinar Indrakrisnawan. 2014. “Makanan Tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (Makanan dalam Upacara Tradisi dan Kuliner)”.Dinas Kebudayaan DIY

Gardjito Murdijati. 2010.”Serba-serbi Tumpeng (Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa)”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama





img

Jogja Belajar Budaya

JB Budaya adalah salah satu layanan unggulan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY yang terintegrasi dengan jogjabelajar.org. JB Budaya merupakan media pembelajaran berbasis website yang mempelajari tentang budaya-budaya di Yogyakarta.




Artikel Terkait

Artikel yang juga anda sukai

Tembang Megatruh

Tembang Megatruh atau megat ruh berarti terpisahnya nyawa dari jasad. Menggambarkan fase dimana manusia dipisahkan antara ruh dan jasadnya dan kembali kehadirat Tuhan.

Autran....

Baca Selengkapnya

Tembang Durma

Tembang Durma Menggambarkan fase dimana ketika manusia telah menikmati segala kenikmatan dari Tuhan maka wajib menysukuri semua kenikmatan dengan membantu sesame manusia yang membutuhkan.

Aturan....

Baca Selengkapnya