Sajen Sega Golong




Sajen Sega Golong

Sajen ini diwujudkan dalam bentuk sesajian yang berupa nasi golong dua buah yang masing-masing diselimuti oleh telur dadar, pecel panggang ayam, daun kemangi, dan dilengkapi dengan jangan menir, dan jangan padhamara. Khusus jangan menir dan jangan padhamara masing-masing ditempatkan terlebih dahulu dalam cuwo/cowek terbuat dari gerabah. Baru kemudian semua sajen ini ditempatkan dalam sebuah tampah (nyiru) yang telah diberi alas daun pisang.

Makna sajen sega golong adalah menggambarkan kedua insan yang mempunyai niat saling bahu-membahu dan saling membantu dalam mebangun mahligai rumah tangga. Begitu pula dalam kebutuhan lahir batin, mereka saling mengisi, saling memberi dan menerima. Istilah golong lulut di dalam bahasa Jawa Kuno mengacu kepada hubungan suami istri. Sega golong yang diselimuti oleh telur dadar merupakan simbol hubungan suami istri.

Resep Sajen Sega Golong

  1. Sega Golong
    Bahan Baku : beras ½ kg.
    Bumbu : -Cara Pengolahan : Pertama, beras dicuci bersih lalu ditanak dalam panci, kwali, atau ketel. Tunggu hingga air habis dan nasi menjasi setengah matang. Setelah itu angkat panci dari kompor. Kedua, dandang atau soblok berisi air dipanaskan dalam kompor atau tungku. Setelah kemrengseng atau air mendidih, nasi setengah matang dimasukkan ke dalam dandang dan tunggu hingga matang. Angkat dari kompor dan dinginkan. Ketiga, ambil plastik/daun dan letakkan di atas mangkuk/piring. Taruh nasi secukupnya di atasnya. Lalu nasi dibuat bulatan sebesar kepalan tangan. Ulangi sekali lagi cara yang sama sehingga terbentuk dua nasi golong. Nasi golong telah jadi dan siap dihidangkan.
  2. Lalaban
    Bahan Baku : mentimun 1 buah, daun kemangi seikat.
    Bumbu : -
    Cara Pengolahan : Pertama, mentimun dikupas lalu dicuci hingga bersih. Kemudian diiris tipis sesuai selera. Kedua, seikat daun kemangi dicuci hingga bersih. Kemudian dipetik tangkai yang muda. 
  3. Sayuran 
    Jangan Padhamara (Sayur Padhamara)
    Bahan baku : daging thethelan (rawonan) ¼ kg, kangkung 2 ikat.
    Bumbu: 
    - santan kelapa ½ liter
    - cabe merah besar 2 buah
    - bawang putih 3 siung
    - ketumbar ½ sendok teh
    - terasi ½ sendok teh
    - bumbu kunci 2 cm,
    - kemiri 3
    - laos/lengkuas
    - daun jeruk purut 3 lembar
    - garam dan gula merah/pasir secukupnya.
    Cara pengolahan:
    Pertama, daging dicuci hingga bersih, kemudian diiris kecil-kecil. Setelah selesai, lalu dimasak dalam panci hingga lunak. Kangkung 2 ikat dipetik daun dan batang yang masih muda. Dicuci bersih dan dimasukkan ke panci berisi irisan daging.
    Kedua, semua bumbu dilembutkan kecuali laos dan jeruk purut. Setelah lembut, dimasukkan ke dalam panci dan terus diaduk hingga merata. Setelah semua matang angkat dari kompor dan dinginkan. Sayur padhamara siap disajikan.
    Jangan Menir (Sayur Menir) 
    Bahan baku : daun kelor muda seikat
    Bumbu : kelapa muda 1 buah, kunci secukupnya, bawang merah 3 siung, daun salam 2 lembar, garam dan gula merah secukupnya.
    Cara pengolahan: daun kelor muda dicuci bersih. Rebus dengan air 3 gelas dalam panci. Tunggu hingga mendidih. Kelapa muda diraut dan masukkan ke dalam panci. Begitu pula dengan bawang merah setelah diiris-iris juga dimasukkan ke dalam panci. Bumbu-bumbu lain juga ikut dimasukkan. Tunggu hingga matang. Panci diangkat dari kompor dan dinginkan. Sayur menir siap dihidangkan. Karena sifatnya hanya simbol, sayur ini tidak untuk dimakan.
  4. Lauk Pauk
    Ayam Bakar
    Bahan baku : ¼ kg daging ayam (paha, dada, atau lainnya)
    Bumbu : bawang putih 5 siung, garam dan ketumbar secukupnya, kecap manis secukupnya. 
    Cara pengolahan: Pertama, daging ayam (paha, dada, atau lainnya) dicuci hingga bersih kemudian dimasak. Campurkan sedikit garam dan dua siung bawang putih yang sudah dilembutkan tunggu hingga setengah matang (agak lunak). Kemudian tiriskan. Kedua, lembutkan tiga siung bawang putih dan ketumbar lalu campurkan kecap (sesuai selera) secukupnya. Daging ayam setengah matang dimasukkan ke dalam bumbu kecap. Ketiga, buat bakaran yang terdiri dari anglo, arang, kipas, dan pemanggang. Setelah api jadi, ayam dipanggang satu persatu hingga matang. Bisa berulang kali dimasukkan ke dalam bumbu kecap dan dibakar sampai matang. Ulangi cara yang sama pada daging ayam yang lain hingga habis.
    Telur Dadar
    Bahan Baku : telur ½ kg
    Bumbu : Garam dan minyak goreng secukupnya.
    Cara Pengolahan: Pertama, sedikit minyak goreng dipanaskan dalam wajan/penggorengan. Setelah panas, ambil sebutir telur dipecah dalam mangkok, campurkan sedikit garam. Kocok hingga merata. Tuangkan ke dalam wajan. Telur dibuat tipis dan merata, sambil wajan diangkat dan dimiring-miringkan. Dibolak-balik hingga matang. Ulangi cara yang sama sampai telur dadar habis.

    Cara Penyajian Sajen Sega Golong:

    Kedua sayur masing-masing ditempatkan dalam wadah layah dan cuwo. Kemudian diletakkan di atas tampah. Kedua sega golong masing-masing bagian atas bawah diselimuti dengan telur dadar dan juga diletakkan di atas tampah berdampingan dengan tempat sayur. Ayam bakar, dan lalaban bisa diletakkan di sampingnya. Sajen sega golong telah siap dihidangkan dengan sajen lainnya

Refrensi

Setyaningsih Warni, Widi Nugroho, Sinar Indrakrisnawan. 2014. “Makanan Tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (Makanan dalam Upacara Tradisi dan Kuliner)”.Dinas Kebudayaan DIY

Gardjito Murdijati. 2010.”Serba-serbi Tumpeng (Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa)”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama





img

Jogja Belajar Budaya

JB Budaya adalah salah satu layanan unggulan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY yang terintegrasi dengan jogjabelajar.org. JB Budaya merupakan media pembelajaran berbasis website yang mempelajari tentang budaya-budaya di Yogyakarta.




Artikel Terkait

Artikel yang juga anda sukai

Tembang Dhandanggula

Tembang Dhandanggula menggambarkan keadaan kehidupan manusia yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah tercapai dan telah menikmati masa hidupnya.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra :....

    Baca Selengkapnya