Ramuan Alami / Herbal Tradisonal Untuk Menjaga Kesehatan Masyarakat Jawa




Oleh: Kris Nurlillah Zulfaidah, S.Pd.Si.

Hidup sehat merupakan kebutuhan setiap manusia. Pemanfaatan tumbuhan obat (herbal) untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan merupakan salah satu upaya terbaik yang bisa ditempuh. Ramuan tradisional atau jamu masih diyakini dapat membantu kesulitan manusia dalam hal menjaga kesehatan. Terutama bagi kita yang tinggal didaerah pedesaan. Sebab alam pedesaan memungkinkan kita mendapatkan banyak sekali bahan tanaman berkhasiat sebagai obat. Keberadaan ramuan tradisonal bukan hal yang baru seiring ilmu pengetahuan masyarakat Jawa tentang obat tradisional. Pengetahuan tentang ramuan tradisional diharapkan dapat diwariskan kepada generasi mendatang untuk dapat bangkit dan bersemangat dalam membangun bangsa ini menjadi menuju masyarakat sehat dan sejahtera.

Upaya penyebaran pengetahuan tentang ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan manusia terus dilakukan oleh berbagai pihak, baik melalui media cetak, media elektonik maupun melalui pelatihan. Menurut Sidik Raharjo (2008: 3) dalam bukunya yang berjudul Resep Herbal Rahasia menyatakan bahwa warisan nenek moyang berupa pengetahuan tentang ramuan tradisonal, pembibitan, dan budidaya tanaman obat sebagai upaya menjaga kesehatan perlu dikembangkan dikalangan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa.

Namun, belum semua masyarakat mengetahui manfaat yang besar dari ramuan tradisional ini untuk dimanfaatkan sebagai obat alami yang tidak menimbulkan efek samping seperti yang diakibatkan apabila kita mengkonsumsi obat-obat kimia. Masih banyak kita jumpai budaya hidup tidak mau repot dalam masyarakat kita. Orang kebanyakan memilih obat kimia daripada obat ramuan tradisonal. Dengan adanya kajian ini, diharapkan dapat membantu masyarakat luas untuk dapat memberikan sentuhan alami dengan memanfaatkan ramuan yang alami bagi generasi penerus bangsa sejak dini. Generasi yang sehat akan mampu membangun bangsa ini menjadi bangsa yang sehat, makmur dan sejahtera. Melalui kajian makalah ini, saya berharap dapat memberikan sumbangsih dalam menjaga kesehatan dengan ramuan tradisional sebagai pengobatan yang murah, efisien, efektif dan aman.

Menurut Sulasman & Gumilar, Setia dalam bukunya Teori-Teori Kebudayan (2013: 17) dijelaskan bahwa secara etimologis, kata ‘kebudayaan’ berasal dari bahasa Sansekerta, buddayah, bentuk jamak dari kata buddi yang berarti akal atau budi. Kata budaya merupakan gabungan dari dua kata, yaitu budi dan daya. Budi mengandung makna akal, pikiran, paham, pendapat, ikhtiar, perasaan, sedangkan daya mengandung makna tenaga, kekuatan, kesanggupan.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem religi, sistem pengetahuan, organisasi, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian dan teknologi. Seseorang yang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya akan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, dan ini membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. (Sulasman & Gumilar, Setia, 2013:20)

Menurut Koentjaraningrat (2009: 288) dalam suatu etnografi biasanya ada berbagai bahan keterangan mengenai sistem pengetahuan dalam kebudayaan suku bangsa yang bersangkutan. Bahan itu biasanya meliputi pengetahuan mengenai teknologi, sering kali juga ada keterangan mengenai pengetahuan yang mencolok dan dianggap aneh. Menurut  Koentjaraningrat pula (2009: 292) pengetahuan tentang alam flora sudah tentu merupakan salah satu pengetahuan dasar bagi kehidupan manusia dalam masyarakat kecil, terutama bila mata pencaharian hidupnya yang pokok adalah pertanian tidak dapat mengabaikan pengetahuan tentang alam tumbuh-tumbuhan disekelilingnya.

Selain itu, hampir semua suku bangsa yang hidup dalam masyarakat kecil mempunyai pengetahuan tentang rempah-rempah yang dipakai untuk menyembuhkan penyakit, untuk upacara keagamaan, ilmu dukun dan sebagainya, atau suatu pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan untuk membuat bahan cat, untuk berbagai racun senjata dan sebagainya. (Koentjaraningrat 2009: 292)

Menurut Handari (2014: 3) membiasakan hidup sehat sangat penting bagi tubuh karena dapat menjauhkan kita dari berbagai serangan penyakit. Setiap tahun usia manusia akan semakin bertambah. Seiring dengan bertambahnya usia, bertambah pula resiko seseorang terserang penyakit. Jika kita tidak membiasakan diri kita dengan gaya hidup sehat dalam kegiatan sehari-hari, maka bisa jadi tubuh kita akan mudah terserang penyakit. Kesadaran manusia akan pentingnya kesehatan mencerminkan kecintaannya terhadap tubuh. Kecintaan tersebut merupakan upaya seseorang dalam menjaga, merawat, serta menyayangi tubuh yang telah dianugrahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Sehat itu mahal harganya. Seiring dengan bertambahnya usia, kita dihadapkan dengan beragam penyakit yang berbahaya. Pada zaman sekarang, bisa saja tubuh kita diserang oleh penyakit baru yang  berbahaya. Penyakit tersebut tidak memandang usia, baik tua maupun muda. Slogan “mencegah lebih baik daripada mengobati “ harus kita terapkan dalam kehidupan. Pada saat sakit, orang baru menyadari betapa pentingnya kesehatan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mancari pengobatan demi memperoleh kesehatannya kembali. Dengan demikian, kesadaran kita untuk menjaga kesehatan sejak dini sangat penting.

Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berfikir menurut logika, atau percobaan yang bersifat empiris (trial and error). (Sulasman & Gumilar, Setia, 2013: 46)

a. Wujud Fisik

Sejak zaman dahulu hingga sekarang, sudah banyak tanaman-tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Orang zaman dahulu sudah mengenal sistem pengetahuan untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Disamping lebih murah dalam hal biaya, obat alami atau herbal tidak banyak menyebabkan efek samping. Konsep pengobatan alami atau herbal berbeda dengan obat yang diramu dengan bahan kimia. Dalam pengobatan herbal reaksinya tidak dapat dirasakan secara langsung. Akan tetapi, secara perlahan mengandalkan imun tubuh untuk melawan racun atau bakteri yang menggagu tubuh.

Sedangkan pengobatan kimia berbasis antibiotik atau bisa dikatakan hanya menyembuhkan sumber penyakit. Pengobatan herbal cenderung tidak memiliki efek samping, sebab herbal terbuat dari bahan-bahan alami tanpa bahan kimia. Maka dari itu, gaya hidup herbal sangat penting bagi tubuh. Mulai dari saat ini sebaiknya kita mulai mengkonsumsi obat-obat herbal dan menjauhi obat-obat kimia. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ramuan ini yaitu jangan menggunakan ramuan ini untuk penyakit yang darurat yang harus segera ditolong. Hal ini dimaksudkan agar penyakit darurat tersebut bisa segera tertangani dan pasien dapat segera tertangani. Dibawah ini merupakan wujud fisik dari obat alami / herbal yang sudah dimanfaatkan manusia dari dahulu hingga sekarang antara lain:

  1. Jahe
    Jahe sudah sejak zaman dahulu dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang dapat menghangatkan badan selain itu jahe juga sangat berguna untuk sistem kekebalan tubuh kita serta menetralisir racun yang ada dalam tubuh. Secara umum jahe berfungsi sebagai alat pembersih dalam tubuh, seperti pemicu produksi lendir untuk membersihkan saluran paru dan pernafasan. Pada saat lelah, letih, dan lesu konsumsi jahe dengan diseduh memakai air hangat maka tubuh kamu akan hangat dan terbebas dari lelah, letih dan lesu (Rahimsyah, 2010: 10).

    Sumber: https://www.shutterstock.com/id/search/jahe

  2. Bawah Putih
    Yang satu ini pastinya kita sering mengonsumsinya terutama sebagai bumbu masak. Selain menjadi penyedap masakan, ternyata bawang putih memiliki manfaat lain yang ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Bawang putih adalah sumber antioksidan yang tentunya dibutuhkan oleh tubuh. Bukan hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, bawang putih juga dikenal sebagai antibiotik alami. Zat yang terkandung dalam bawang putih ini dapat membantu mencegah perkembangan bakteri, jamur dan virus di dalam tubuh (Rahimsyah, 2010: 11).

    Sumber: https://www.shutterstock.com/id/search/bawang-putih

  3. Adas
    Kegunaan adas (foeniculum vulgare mill) adalah untuk menghilangkan dingin, pereda rasa nyeri sendi, menurunkan kadar asam urat tinggi, menahan rasa mulas, pelega perut, penambahan rasa alami, mengatasi batuk dan sariawan mulut. Bagian yang digunakan untuk obat adalah buahnya yang belum masak.

  4. Alang-alang

    Manfaat alang-alang ternyata memberikan khasiatnya yang baik bagi kesehatan. Pada daerah pertanian tanaman alang-alang sering disingkirkan karena dianggap menjadi gulma bagi tanaman lain. Terkadang gulma tumbuh lebih subur dibandingkan tanaman yang ditanam petani namun sebenarnya keberadaan alang-alang mampu menghindari kerusakan tanah seperti erosi. Jalinan rimpang akar yang berkembangan dalam tanah mampu menahan air saat musim penghujan datang.

    Alang-alang dapat digunakan untuk meredakan panas dalam. Manfaat ini bisa didapatkan dengan mengambil umbi akar alang-alang secukupnya. Akar alang-alang ampuh untuk mengatasi sakit ginjal. Seperti yang sudah diketahui sakit ginjal jika tidak segera diobati dengan benar bisa menyebabkan komplikasi. Selain itu, manfaat alang-alang juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan pereda rasa nyeri (Rahimsyah, 2010: 13).

b. Sistem Sosial dan Budaya 

Tanaman herbal yang efektif meredakan batuk berdahak ini adalah jahe (seperti gambar diatas).  Jahe dapat dimanfaatkan untuk menghangatkan hidung. Rasa hangat yang terdapat pada jahe berasal dari minyak atsiri yang terkandung didalamnya. Minyak atsiri merupakan senyawa volatil atau mudah menguap. Minyak inilah yang membuat jahe memiliki rasa khas. Berikut ini resep racikan ramuan alami yang efektif meredakan batuk berdahak. Bahan antara lain, 2 sendok makan air perasan jahe, 2 sendok makan air perasan kunyit, 1 sendok makan perasan jeruk nipis, 1 sendok makan madu murni. Cara membuat:

  1. Campurkan seluruh bahan ke dalam gelas
  2. Aduk hingga rata
  3. Sajikan ramuan dalam 1 gelas untuk sekali minum
  4. Minum ramuan ini secara rutin 3 kali sehari sampai sembuh.

Herbal tradisional merupakan warisan turun temurun yang sangat efektif sekali untuk membantu kesembuhan dan kebugaran tubuh. Herbal tradisional ini ada yang dari rempah biji-bijian atau tumbuh-tumbuhan, yang dari daun sampai akarnya semua berfungsi sebagai obat yang mujarab. Perlu sebuah kesabaran dan ketekunan untuk mengobati penyakit dengan cara herbal tradisional ini, berbeda dengan obat pabrik yang bersifat pencegahan sementara. Dengan pengobatan herbal tradisional tidak memberikan efek samping yang membahayakan bagi yang mengkonsumsinya, karena semua bahan obat ramuan dengan bahan alami serta sesuai aturan pengolahan.

Daftar Pustaka

Handari, Tanti. 2014. Herbal Untuk Ragam Penyakit. Yogyakarta:Dafa Publising

Rahimsyah. 2010. Pengobatan Cara Herbal dan Pijat Refeksi. Lingkar Media

Sulasman & Gumilar, Setia. 2013. Teori-Teori Kebudayan. Jakarta: Pustaka Setia

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta





img

Jogja Belajar Budaya

JB Budaya adalah salah satu layanan unggulan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY yang terintegrasi dengan jogjabelajar.org. JB Budaya merupakan media pembelajaran berbasis website yang mempelajari tentang budaya-budaya di Yogyakarta.




Artikel Terkait

Artikel yang juga anda sukai

Sejarah Wayang Kulit Purwa

Sesuai dengan namanya, wayang kulit terbuat dari kulit binatang (kerbau, lembu atau kambing). Wayang kulit dipakai untuk memperagakan Lakon-lakon dari Babad Purwo yaitu....

Baca Selengkapnya