Sajen Sega Punar




Sajen Sega Punar

Sajen ini diwujudkan dalam bentuk nasi kuning yang dilengkapi dengan lauk-pauk, seperti abon, kedelai hitam, brambang goreng, ayam goreng, irisan telur dadar, sambel goreng, mentimun, dan daun kemangi. Semuanya diletakkan dalam sebuah tampah yang telah diberi alas daun pisang.

Makna sajen sega punar adalah menggambarkan bersatunya dua hati perempuan dan laki-laki dalam ikatan perkawinan. Diharapkan keduanya dapat seiring, sejalan dan harmonis dalam membangun mahligai rumah tangga dan ketika hidup bermasyarakat. Rasa egois di masing-masing pihak harus ditinggalkan jauh-jauh. Mereka harus dapat menerima apa adanya, menerima segala kekurangan masing-masing individu dan berusaha melengkapi kekurangan-kekurangan itu sehingga menjadi kelebihan. Sajen sega punar ini dalam upacara panggih selalu muncul dalam acara dhahar walimah. Acara dhahar walimah menggambarkan bersatunya dua hati menjadi satu ikatan batin yang utuh.

Resep Sajen Sega Punar

A. Sega Punar (Nasi Kuning)

  • Bahan baku : Beras ½ kg.
  • Bumbu : kunyit, air santan kental 3 gelas ± 600cc, daun pandan selembar, daun salam 2 lembar, garam dan bawang merah secukupnya.
  • Cara pengolahan: Pertama, beras dicuci bersih lalu ditanak dengan dandang. Tunggu hingga setengah matang. Kedua, masak air santan bersama bumbu lain dalam panci. Setelah semua bumbu menyatu dan santan sudah mendidih lalu angkat dari kompor/tungku. Nasi setengah matang dimasukkan ke dalam panci berisi air santan dan diamkan sebentar hingga air santan meresap ke nasi. Setelah itu ditanak kembali dalam dandang/soblok hingga matang. Kemudian diangkat dan dinginkan.

B. Lalaban

  • Bahan baku : sebuah mentimun, seikat daun kemangi.
  • Bumbu : -
  • Cara pengolahan: Pertama, mentimun dikupas lalu dicuci hingga bersih. Kemudian diiris tipis sesuai selera. Kedua, seuntai daun kemangi dicuci hingga bersih. Kemudian dipetik tangkai yang muda. 

C. Sayuran (Sambel Goreng Ati)

  • Bahan baku : Hati ayam ¼ kg.
  • Bumbu : 1 buah petai, lombok merah besar 5 biji, 10 buah kapri, air santan kental 2 gelas ± 400cc, bawang merah 5 butir dan putih 3 siung, jahe seerat, laos seerat, daun salam selembar, gula merah 2 potong, minyak goreng dan garam secukupnya.
  • Cara pengolahan: Pertama, hati ayam dicuci hingga bersih. Masak dalam panci dan campurkan sedikit garam tunggu hingga matang. Setelah matang dinginkan kemudian diiris kecil-kecil berbentuk dadu sesuai selera. Kedua, Lombok merah besar dibuang isinya dan dicuci hingga bersih kemudian diiris tipis-tipis. Jahe dan laos dilumatkan.

D. Lauk Pauk

1. Ayam Goreng 

  • Bahan baku : ¼ kg daging ayam
  • Bumbu : minyak goreng ½ liter, bawang putih 3 siung, garam secukupnya.
  • Cara pengolahan: Pertama, daging ayam (paha, dada, atau lainnya) dicuci hingga bersih kemudian dimasak hingga setengah matang (agak lunak). Campurkan sedikit garam. Kemudian tiriskan. Kedua, lembutkan bawang putih dan garam. Beri sedikit air dan daging ayam dicampurkan pada bumbu ini.

2. Brambang Goreng

  • Bahan baku : Bawang merah 1 ons, minyak goreng secukupnya.
  • Bumbu : -
  • Cara pengolahan: Pertama, bawang merah dikupas dan dicuci bersih. Kemudian diiris-iris tipis. Kedua, minyak goreng dipanaskan dalam wajan/penggorengan. Setelah panas, irisan bawang merah dimasukkan sambil diaduk-aduk. Tunggu hingga matang kemudian diangkat dan tiriskan.

3. Kedelai Hitam

  • Bahan baku : Kedelai hitam 1 ons, minyak goreng secukupnya.
  • Bumbu : -
  • Cara pengolahan: Digoreng: Panaskan minyak goreng dalam wajan/penggorengan, lalu masukkan kedelai hitam. Terus diaduk-aduk hingga matang, angkat dan tiriskan. Disangan: Panaskan wajan atau kwali. Kemudian masukkan kedelai hitam sambil diaduk-aduk. Setelah kulit luar retak-retak angkat dan dinginkan. Siap dihidangkan.

4. Abon

  • Bahan baku : Daging ayam atau sapi ½ kg.
  • Bumbu : Tumbar, gula merah, garam, dan minyak goreng secukupnya.
  • Cara pengolahan: Daging dicuci sampai bersih, lalu masukkan dalam panci atau kwali dan diberi air secukupnya. Kemudian masak di atas kompor tunggu hingga mendidih. Sambil menunggu air mendidih, bumbu yang terdiri dari tumbar, gula merah dan garam dilembutkan, kemudian masukkan ke dalam air berisi daging

5. Irisan Telur dadar

  • Bahan baku : 2 butir telur
  • Bambu : garam dan minyak goreng secukupnya
  • Cara pengolahan: Pecah kedua telur dalam mangkok, lalu masukkan sedikit garam. Kemudian kocok hingga rata. Panaskan wajan berisi minyak goreng. Masukkan telur dan sambil diratakan. Kemudian dibalik-balik sampai matang. Angkat, kemudian dinginkan. Setelah itu diiris tipis-tipis sesuai selera. Siap dihidangkan.

Cara Penyajian Sajen Sega Punar:

Letakkan nasi kuning di tengah-tengah tampah. Bisa terlebih dahulu dicetak dengan piring, mangkok atau sejenisnya. Kemudian letakkan di sampingnya masing-masing sambal goreng ati, abon, kedelai hitam, brambang goreng, irisan telur dadar, dan ayam goreng. Sementara itu di atas nasi kuning ditaruh irisan mentimun dan daun kemangi. Sajen sega punar telah siap dihidangkan dengan sajen lainnya.

Refrensi:

Setyaningsih Warni, Widi Nugroho, Sinar Indrakrisnawan. 2014. “Makanan Tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (Makanan dalam Upacara Tradisi dan Kuliner)”.Dinas Kebudayaan DIY

Gardjito Murdijati. 2010.”Serba-serbi Tumpeng (Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa)”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama





img

Jogja Belajar Budaya

JB Budaya adalah salah satu layanan unggulan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY yang terintegrasi dengan jogjabelajar.org. JB Budaya merupakan media pembelajaran berbasis website yang mempelajari tentang budaya-budaya di Yogyakarta.




Artikel Terkait

Artikel yang juga anda sukai

Tembang Sinom

Tembang Sinom  tembang yang menggambarkan keadaan manusia dari masa kanak-kanak hingga remaja yang penuh dengan harapan dan angan-angan.

Aturan persajakan:

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap....

    Baca Selengkapnya

Tembang Asmarandana

Tembang Asmaradana artinya tembang yang menggambarkan cinta, menggambarkan keadaan manusia ketika mulai beranjak dewasa dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra :....

    Baca Selengkapnya