Tembang Megatruh



Tembang Megatruh atau megat ruh berarti terpisahnya nyawa dari jasad. Menggambarkan fase dimana manusia dipisahkan antara ruh dan jasadnya dan kembali kehadirat Tuhan.

Autran persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap bait kalimat;
  2. Guru wilangan : jumlah suku kata pada tiap larik yaitu 12, 8, 8, 8, 8 kalimat;
  3. Guru lagu : jatuhnya vokal terakhir pada tiap larik yaitu u, i, u, i, o




img

Jogja Belajar Budaya

JB Budaya adalah salah satu layanan unggulan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY yang terintegrasi dengan jogjabelajar.org. JB Budaya merupakan media pembelajaran berbasis website yang mempelajari tentang budaya-budaya di Yogyakarta.




Artikel Terkait

Artikel yang juga anda sukai

Tembang Pocung

Tembang Pocung menggambarkan fase manusia ketika sudah tidak bernyawa yang tertinggal hanyalah jasad yang dibungkus kain kafan.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap....

    Baca Selengkapnya

Kaweruh Pedalangan

Seni pedalangan – bagi masyarakat jawa khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, merupakan salah satu dari sekian banyak kekayaan budaya warisan leluhur yang....

Baca Selengkapnya