Artikel Tembang Macapat

Tembang Pocung

Tembang Pocung menggambarkan fase manusia ketika sudah tidak bernyawa yang tertinggal hanyalah jasad yang dibungkus kain kafan.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap bait kalimat;
  2. Guru wilangan : jumlah suku kata.... [Baca Selengkapnya]

Tembang Megatruh

Tembang Megatruh atau megat ruh berarti terpisahnya nyawa dari jasad. Menggambarkan fase dimana manusia dipisahkan antara ruh dan jasadnya dan kembali kehadirat Tuhan.

Autran persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat.... [Baca Selengkapnya]

Tembang Pangkur

Tembang Pangkur atau mungkur artinya menyingkirkan hawa nafsu. Menggambarkan keadaan manusia ketika mencapai fase masa tua sudah mulai mendekatkan diri dengan kehidupan spiritual untuk bekal di akhirat.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra.... [Baca Selengkapnya]

Tembang Durma

Tembang Durma Menggambarkan fase dimana ketika manusia telah menikmati segala kenikmatan dari Tuhan maka wajib menysukuri semua kenikmatan dengan membantu sesame manusia yang membutuhkan.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat.... [Baca Selengkapnya]

Tembang Dhandanggula

Tembang Dhandanggula menggambarkan keadaan kehidupan manusia yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah tercapai dan telah menikmati masa hidupnya.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap bait 10 kalimat;
  2. Guru wilangan :.... [Baca Selengkapnya]

Tembang Gambuh

Tembang Gambuh tembang yang menggambarkan keadaan manusia yang sudah mulai membangun sebuah rumah tangga menuju keluarga yang saling melengkapi dan bersinergi secara harmonis.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap.... [Baca Selengkapnya]

Tembang Asmarandana

Tembang Asmaradana artinya tembang yang menggambarkan cinta, menggambarkan keadaan manusia ketika mulai beranjak dewasa dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya.

Aturan persajakan :

  1. Guru gatra : jumlah kalimat tiap bait kalimat;
  2. Guru wilangan :.... [Baca Selengkapnya]